Kamis, 24 Mei 2012

Manggis : Queen For Healthy Life

Buah manggis, selain dikenal sebagai queen of fruit, ternyata menyimpan banyak khasiat yang masih perlu dikuak oleh para peneliti. Pada dekade terakhir, tidak hanya daging buahnya yang dimakan, tetapi justru kulitnya menyimpan banyak manfaat sebagai bahan pangan fungsional, antara lain sebagai minuman fungsional. BB-Pascapanen telah menghasilkan salah satu minuman instan kulit buah manggis dalam bentuk tablet effervescent dengan rasa manis asam dan berkarbonasi serta rendah kalori. Jika ingin mendapat manfaat dari antioksidan yang dikandungnya�.tinggal masukkan tablet dalam segelas air�.
Link berita terkait: Minuman KBM instan dan Bunga Kering diminati pengunjung PF2N Batam

Manggis merupakan salah satu buah eksotik hutan tropis yang konon berasal dari hutan Indonesia dan Malaysia yang kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia seperti ke Amerika Tengah, Srilanka, Malagasi, Karibia, Hawaii dan Australia Utara. Buah manggis mendapat julukan sebagai Ratunya Buah Tropika (Queen of Tropical Fruits) karena memiliki rasa yang khas menyegarkan dan penampilannya yang menarik. Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai buah kejujuran, lambang kebaikan atau kebajikan, dan mendatangkan keberuntungan, sehingga di beberapa negara dijadikan sebagai buah utama untuk sesaji.
Indonesia pada saat ini merupakan produsen manggis terbesar di dunia, baik dari sisi produksi maupun luas panennya. Direktorat Jenderal Hortikultura menyebutkan bahwa produksi manggis tahun 2007 mencapai 112.722 ton dengan sentra produksinya tersebar dari pulau Sumatera sampai Nusa Tenggara. Namun sampai saat ini, sebagian besar mutu buah manggis yang dihasilkan masih rendah dan beragam, sehingga hanya sebagian kecil saja yang dapat diekspor.  Mutu manggis mengacu kepada standar mutu buah manggis yang tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01�3211-1992.  Pada tahun 2006, negara tujuan utama ekspor manggis adalah China/Taiwan (63%) dan Hongkong (22%), disusul ke Timur Tengah sebesar 9% (Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain dan Qatar), Asia lainnya (Jepang, Korea, Singapura, Malaysia, India) berkisar 5% dan Eropa (Belanda, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol) sekitar 1%. Jadi, sebagian besar manggis dipasarkan di dalam negeri dengan harga yang relatif murah dan bahkan sebagian terbuang karena mutunya rendah dan kadang tidak layak konsumsi.
Dibalik keeksotikannya, ternyata manggis menyimpan berbagai potensi yang luar biasa dalam menunjang kesehatan atau biasa disebut dengan istilah functional food.  Di beberapa negara, sudah sejak lama manggis dijadikan sebagai obat dan bahan terapi, terutama bagian kulitnya. Kulit buah manggis (KBM) merupakan salah satu bagian terbesar dari buah manggis yang dikategorikan sebagai limbah. Analisis proksimat pada KBM menunjukkan bahwa kadar airnya 62,05%, kadar abu 1,01%, kadar lemak 0,63%, rotein 0,71%, total gula 1,17% dan karbohidrat by different 35,61%.  Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa KBM kaya akan kandungan antioksidan, terutama antosianin, xanthone, tannin, maupun asam fenolat.
Xanthone
Antioksidan yang unik dan kadarnya tinggi pada KBM adalah senyawa xanthone yaitu senyawa organik dengan rumus molekul dasar C13H8O2 hasil metabolit sekunder pada buah manggis.  Turunan senyawa xanthone yang sudah diidentifikasi sebanyak 14 jenis dengan senyawa ?-mangostin merupakan senyawa yang paling banyak pada KBM.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa senyawa xanthone memiliki sifat sebagai antidiabetes, antikanker, antiperadangan, hepatoprotective, meningkatkan kekebalan tubuh, aromatase inhibitor, antibakteri, antifungal, antiplasmodial dan aktivitas sitotoksik. Dari semuanya, ? mangostin merupakan turunan xanthone yang paling banyak terdapat pada buah manggis dan memiliki kemampuan untuk menekan pembentukan senyawa karsinogen pada kolon.
Antosianin
Antosianin adalah kelompok pigmen yang berwarna merah sampai biru, yang tersebar luas pada tanaman. Pigmen ini banyak ditemukan pada buah-buahan, sayur-sayuran dan bunga contohnya pada anggur, strawbery, raspbery, cherry, apel, bunga mawar, bunga sepatu dan sebagainya. Pigmen antosianin tergolong ke dalam turunan benzopiran. Struktur utama turunan benzopiran ditandai dengan adanya dua cincin aromatik benzena (C6H6) yang dihubungkan dengan tiga atom karbon yang membentuk cincin.
Seluruh senyawa antosiain merupakan senyawa turunan dari kation flavium. Dua puluh jenis senyawa telah ditemukan, tetapi hanya enam yang memegang peranan penting di dalam bahan pangan, yaitu pelargonidin, sianidin, delfinidin, peonidin, petunidin, dan malvidin. Senyawa-senyawa bentuk lainnya sangat jarang ditemui. Pigmen antosianin terdiri dari aglikon (yaitu antosianidin) yang teresterifikasi oleh satu atau lebih gula. Senyawa antosianin memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan memiliki peranan yang cukup penting dalam pencegahan penyakit neuronal, penyakit cardiovascular, penyakit penyakit kanker, dan diabetes.

Tannin
Senyawa yang tergolong tannin atau tanin adalah senyawa polifenol yang mengandung gugus hidroksil dan gugus lainnya (misalnya karboksil). Tanin mempunyai rasa sepat dan mempunyai kemampuan menyamak kulit. Tanin terdiri dari berbagai asam fenolat dengan berat molekul antara 500 � 20.000 �g.. Beberapa tanin dapat mempunyai aktivitas antioksidan, mengambat pertumbuhan tumor, dan menghambat enzim seperti reverse transkripitase dan DNA topoisomerase, anti-diare, hemostatik, dan anti-hemorhodial.
Selain menyebabkan after taste berupa rasa pahit dan sepat, tanin juga mampu membentuk kompleks kuat dengan protein sehingga menghambat proses absorpsi protein dalam pencernaan (antinutrisi). Untuk itu, kadar tanin dalam produk pangan perlu direduksi sampai kadar aman dan baik untuk pencernaan.
Pemanfaatan kulit buah manggis (KBM) saat ini
Saat ini sudah berkembang produk olahan manggis, baik dari daging buah, kulit buah maupun campuran keduanya dalam bentuk jus, konsentrat atau food supplement yang sudah dikomersialkan. Jus atau konsentrat dan bubuk (powder) manggis utuh yang dicampur dengan ingredien pangan lainnya dengan teknologi evaporasi telah dipatenkan di Amerika.
Food supplement dalam bentuk sari buah manggis dari buah manggis utuh yang ditambah bahan pangan lainnya telah di produksi di Indonesia dan dipasarkan didalam negeri secara Multi Level Marketing (MLM) dengan harga sekitar Rp. 200 ribu untuk kemasan 200 ml yang diklaim sebagai minuman fungsional (functional drink).  Di Malaysia,  sebagian besar buah manggis diolah menjadi food supplement dalam bentuk sari buah dan diekspor ke berbagai negara, terutama Amerika, dimana produknya tersebut mampu  menempati peringkat ke 22 dalam USA top selling supplement pada tahun 2006.
Pemanfaatan manggis, terutama KBM di beberapa negara Asia dan Afrika, banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan diare, disentri dan infeksi.  Penelitian terbaru di Jepang, ekstrak KBM yang mengandung lebih dari 90% xanthone (campuran ?-mangostin 80-90% dan ?-mangostin, 5-10%) dengan nama patent  Panaxanthone mampu berperan dalam pengobatan kanker dan direkomendasikan sebagai pendamping dalam pengobatan kanker (theraupetic cancer). Selain itu, KBM juga telah dimanfaatkan untuk menyamak kulit, zat pewarna, pengawet, dan insektisida.
Namun demikian, pemanfaatan manggis, terutama KBM untuk dikonsumsi (produk pangan atau pengobatan) harus dilakukan secara hati-hati. KBM mengandung kadar resin, tanin, serat kasar, dan komponen lainnya yang tidak dapat dicerna oleh tubuh dengan kadar yang tinggi. Beberapa kasus yang timbul akibat mengkonsumsi KBM dalam bentuk tepung tanpa perlakuan yang baik adalah adanya gejala gangguan pada ginjal dan usus serta beberapa organ tubuh lainnya.
Tepung kbm dan bubuk KBM instan
Pada umumnya bahan baku produk-produk diatas menggunakan buah manggis segar yang ketersediaannya hanya sekitar 3-4 bulan dalam setahun, sehingga banyak industri pengolahan manggis yang mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan baku buah manggis segar pada saat di luar musim yang mengakibatkan terganggunya kontinuitas proses produksinya. Penyimpanan manggis dalam kondisi dingin memerlukan biaya yang tinggi dan hanya mampu menambah umur simpan maksimal 3 minggu.  Masalah lainnya adalah antioksidan dalam kondisi kadar air tinggi akan sangat mudah berubah dan mengalami kerusakan.
Pada tahun 2009, BB Pascapanen telah berhasil memproduksi tepung KBM.  Tepung KBM merupakan produk antara (intermediate product) untuk diolah lebih lanjut menjadi produk jadi.  Analisis proksimat pada tepung KBM menunjukkan bahwa kadar air sekitar 5,87%, kadar abu 2,17%, lemak 6,45%, protein 3,02%, total gula 2,10% dan karbohidrat by different 82,50%.
Keuntungan dari tepung KBM adalah umur simpan lama dalam kondisi kering, mudah dalam penyimpanan dan distribusi, dan menjaga kontinuitas pasokan bahan baku sebagai antisipasi akibat bersifat musiman dan sentra produksi yang tersebar di berbagai daerah.  Pengembangan tepung KBM akan memicu berkembangnya pengolahan tepung KBM di Kelompok Tani atau Gapoktan karena teknologinya sederhana, peralatan yang digunakan tidak rumit, dan kebutuhan modal yang relatif rendah.
Terkait dengan KBM, BB Pascapanen telah menghasilkan teknologi produksi bubuk KBM instan.  Bahan baku yang digunakan adalah ekstrak dari tepung KBM dengan menggunakan pelarut food grade.  Analisis pada ekstrak tepung KBM yang dihasilkan dengan berbagai pelarut menunjukkan bahwa kadar antosianin yang dapat diekstrak antara 5,7-6,22 mg/g, xanthone 0,72-34,95 mg/g, dan total fenol 50,5-154,57 mg/g serta memiliki kapasitas antioksidan 84,6-86,29% atau lebih tinggi sekitar 0,8 kali dibandingkan dengan aktivitas reaktif asam askorbat.  Penelitian yang dilakukan untuk meningkatkan kadar antioksidan yang dapat diekstrak dengan mengembangkan berbagai metode ekstraksi. Selanjutnya, ekstrak tepung KBM yang dihasilkan dikeringkan untuk memperoleh bubuk KBM instan.
Keuntungan dari bubuk KBM instan adalah penggunaan lebih luas dan mudah, seperti minuman instan, food supplement, herbal/jamu, pewarna, pengawet makanan dan kosmetik, daya simpan yang lama dengan penanganan yang baik, mudah disimpan dan didistribusikan, *proses eksraksi akan mengurangi senyawa yang tidak diinginkan misalnya resin, mereduksi tanin sampai batas aman, dan serat kasar, serta mengandung antioksidan dan kapasitas antioksidan yang masih cukup tinggi. Salah satu produk olahan bubuk KBM instan yang sudah dihasilkan BB Pascapanen adalah minuman tablet effervescent dengan rasa manis asam dan berkarbonasi serta rendah kalori.
Pola pengembangan produk KBM
Pengembangan produk olahan berbasis KBM dapat dilakukan dengan menggunakan model klaster (cluster), yaitu: (1). Klaster produksi tepung KBM di tingkat Kelompok Tani atau Gapoktan atau industri kecil menengah (IKM), (2). Klaster produksi bubuk KBM instan di tingkat industri menengah keatas, dan (3). Klaster produksi produk olahan jadi (minuman instan, food supplement, herbal/jamu, pewarna, pengawet makanan dan kosmetik), di tingkat industri menengah keatas.
Pemanfaatan KBM ini akan meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani dan industri di sekitar lokasi sentra produksi. Buah manggis yang digunakan merupakan manggis grade C dan D yang harganya murah. Kebutuhan KBM, terutama dalam bentuk ekstrak diperkirakan akan terus meningkat, dan di Malaysia harga ekstrak kering manggis mencapai Rp. 650.000/kg. Daging buahnya dapat digunakan untuk produk olahan jus, konsentrat, cocktail, dodol dan berbagai olahan lainnya yang teknologinya sudah tersedia dan dapat diaplikasikan di tingkat Kelompok Tani atau Gapoktan.
Dengan mengembangkan pengolahan di sentra buah manggis, maka seluruh buah dapat dimanfaatkan maksimal, yaitu buah dengan grade A dan B untuk konsumsi segar baik pasar ekspor maupun domestik, sedang buah dengan grade C dan D untuk pengolahan daging buah menjadi aneka produk minuman dan snack serta produksi bubuk KBM instan yang mungkin bernilai lebih tinggi.

1 komentar:

  1. terimaksih atas informasi yang diberikan...
    ternyata buah manggis selain manis yang dicampur rasa asam juga memberikan sejuta manfaat bagi kita. mulai dari kulit sampai isinya...

    BalasHapus